Blogger templates

Pages

Senin, 21 Januari 2013

Surah asy-Syarh dan Hadis tentang Kebersihan


Surah asy-Syarh

Surah asy-Syarh terdiri atas 8 ayat. Kata asy-Syarh, yang berarti 'Bukankah Kami telah melapangkan', diambil dari ayat pertama.

Ulama sepakat menyatakan bahwa ayat-ayat surah ini kesemuanya turun sebelum Nabi Muhammad Saw berhijrah ke Madinah. Surah ini dinamai surah asy-Syarh. Ada juga yang menamainya surah Alam Nasyrah atau surah al-Insyirah. Kesemua nama tersebut merujuk ke ayat pertamanya.

Tema utamanya adalah penenangan hati Nabi Muhammad saw. menyangkut masa lalu dan masa datang beliau serta tuntunan untuk berusaha sekuat tenaga dengan penuh optimisme. Menurut al-Biqa'i, tujuan utama surah ini adalah perincian apa yang diuraikan pada akhir surah yang lalu —surah adh-Dhuha— menyangkut nikmat Allah Swt, serta penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan perintah fa haddits (sampaikan) yakni nikmat Allah. Maksudnya —masih menurut al-Biqa'i— adalah mensyukurinya dengan berusaha sekuat tenaga beribadah kepada Allah, mengharap limpahan karunia dan keagungan rahmat-Nya. Ini semua diisyaratkan oleh nama surah ini, yakni asy-Syarh (Kelapangan dada).
Menjelang turunnya surah adh-Dhuha, Rasul Saw sangat gelisah dan bimbang akibat ketidakhadiran wahyu, sedangkan ketika turunnya surah Alam Nasyrah dada Rasul Saw sedemikian lapang, jiwanya sedemikian tenang sehingga Allah mengingatkan beliau tentang anugerah tersebut pada awal surah ini.

Ini bukan berarti bahwa kedua surah itu tidak berhubungan secara serasi dari segi kandungan, namun keserasian itu tidak mengantar kepada kesatuan kedua surah.

Surah ini merupakan wahyu ke-12 yang diterima Nabi Saw. Ia turun sesudah surah Wa adh-Dhuha dan sebelum surah al-'Ashr. Ayat-ayatnya sebanyak 8 ayat.
Akhir surah yang lalu (adh-Dhuha), memerintahkan Nabi Muhammad Saw agar menyampaikan dan menampakkan aneka nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada beliau. Dalam surah ini beberapa nikmat besar yang telah beliau peroleh diuraikan. Ayat pertama menyatakan: Bukankah Kami, yakni Allah, secara langsung dan bersama siapa yang ditugaskan-Nya telah melapangkan dadamu secara khusus untukmu wahai Nabi Muhammad? Engkau sejak itu, kini, bahkan masa datang akan selalu merasa tenang. Ayat 2 dan 3 melanjutkan bahwa: Dan di samping itu Allah juga telah menanggalkan darimu bebanmu yang selama ini engkau pikul (2), yang engkau rasakan sangat memberatkan punggungmu (3). Lebih jauh, ayat 4 menyatakan bahwa di samping itu Kami, yakni Allah, meninggikan bagimu sebutanmu, yakni namamu.


Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat 1-4
1.      Kelapangan dada yang dianugerahkan kepada Rasulullah Muhammad Saw, atau kepada selain beliau —yang tentu saja dengan kapasitas yang berbeda— adalah anugerah Allah semata-mata.
2.      Keterbelakangan masyarakat, kejauhannya dari kebenaran dan petunjuk Ilahi merupakan beban psikologis yang amat berat bagi Nabi Muhammad Saw dan semua yang peduli pada masyarakat.
3.      Nama baik Nabi Muhammad Saw yang ditegaskan surah ini bukan saja berdasar pandangan agama Islam, tetapi juga terbukti, antara lain, dengan pengakuan non-Muslim yang objektif tentang keunggulan beliau kendati tolok ukur penilaiannya berbeda-beda.

Setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan aneka anugerah Allah Swt, ayat 5 bagaikan menyatakan: Jika engkau telah mengetahui dan menyadari betapa besar anugerah Allah itu, maka dengan demikian, menjadi jelas pula bagimu —Wahai Nabi agung— bahwa sesungguhnya sesaat sesudah —bahkan bersama— kesulitan ada kemudahan yang besar. Ini dipertegas lagi dengan mengulangi kalimat yang serupa, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan yang besar. Kalau demikian, yang dituntut hanyalah kesungguhan bekerja dibarengi dengan harapan serta optimisme akan kehadiran bantuan Ilahi.

Ayat 7 dan 8 bagaikan menyatakan, maka apabila engkau telah selesai yakni sedang berada di dalam keluangan setelah tadinya engkau sibuk, maka bekerjalah dengan sungguh-sungguh*) hingga engkau letih atau hingga tegak dan nyata suatu persoalan baru (7) dan hendaknya hanya kepada Tuhanmu saja, tidak kepada siapa pun selain-Nya engkau berharap dan berkeinginan penuh guna memperoleh bantuan-Nya.

Kesungguhan berusaha harus dipahami dalam arti menggunakan tenaga, akal, pikiran, pengetahuan, etika pergaulan, serta semangat yang pantang menyerah. Kesungguhan itu walau menuntut pelakunya untuk tidak mengandalkan orang lain, tetapi ini bukan berarti 'tidak bekerja sama dengan mereka' karena ada perbedaan antara 'kerjasama' dan 'mengandalkan' orang lain.



Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat 5-8
1.      Setiap kesulitan pasti disertai atau disusul oleh kemudahan. Karena itu, temukan peluang di celah tantangan. Dan melangkahlah disertai tekad untuk menanggulanginya sambil memohon bantuan Allah.
2.       Jangan pernah berhenti melakukan aktivitas positif guna mengukir prestasi. Jangan berleha-leha. Jika letih atau jemu dengan sesuatu, maka beralihlah ke kegiatan positif yang lain.
3.       Jangan pernah pesimis! Bersandar kepada Allah melahirkan optimisme yang tiada taranya.


Berikut adalah ayat dan terjemahannya :

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيم




أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ ﴿الشرح:١


وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ ﴿الشرح:٢


الَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ ﴿الشرح:٣


وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ ﴿الشرح:٤


فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿الشرح:٥


إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴿الشرح:٦


فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿الشرح:٧


وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب ﴿الشرح:٨

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.      Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu (Muhammad)?
2.      Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,
3.      Yang memberatkan punggungmu,
4.      Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (namamu) bagimu.
5.      Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6.      Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7.      Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan yang lain)
8.      Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.





Hadis tentang Kebersihan
1. Membaca Hadis Tentang Kebersihan.
Agar kemampuan membaca siswa dapat meningkat dan lebih merata dalam satu kelas, maka dalam kegiatan membaca hadits ini dilakukan dengan metode tutor sebaya dengan tata cara sebagai berikut :


Hadits 1
“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”


Hadits 2
 “Diriwayatkan dari Malik Al Asy’ari dia berkata, Rasulullah saw. bersabda : Kebersihan adalah sebagian dari iman dan bacaan hamdalah dapat memenuhi mizan (timbangan), dan bacaan subhanallahi walhamdulillah memenuhi kolong langit dan bumi, dan shalat adalah cahaya dan shadaqah adalah pelita, dan sabar adalah sinar, dan Al Quran adalah pedoman bagimu.” (HR. Muslim)”


Hadits 3
 “Diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah saw bersabda : Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat”. (HR Bukhari

2. Memahami Isi/Kandungan hadits tentang kebersihan
Kebersihan membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Sebaliknya, kotor dan jorok akan membawa banyak akibat buruk dalam kehidupan. Orang yang dapat menjaga kebersihan badan, pakaian, dan tempat (lingkungannya) akan dapat merasakan hidup nyaman. Sebaliknya, kalau orang menganggap remeh masalah kebersihan, maka akan merasa terganggu baik oleh penyakit maupun akibat buruk lain seperti polusi udara, pencemaran air dan banjir. Bagaimana arahan dari ajaran Islam tentang masalah kebersihan ? Rasulullah saw melalui berbagai haditsnya mengajarkan agar umat Islam menjadi pelopor dalam hal menjaga kebersihan. Baik kebersihan badan, pakaian, maupun lingkungan. Tiga hadis di atas merupakan sebagian dari hadis-hadis Rasulullah saw yang menyoroti masalah kebersihan. Berikut ini merupakan kandungan hadis-hadis Rasulullah saw tersebut :

Hadits 1 :
1. Kebersihan, kesucian, dan keindahan merupakan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT. Jika kita melakukan sesuatu yang disukai oleh Allah SWT, tentu mendapatkan nilai di hadapan-Nya, yakni berpahala. Dengan kata lain, Kotor, jorok, sampah berserakan, lingkungan yang semrawut dan tidak indah itu tidak disukai oleh Allah SWT. Sebagai hamba yang taat, tentu kita terdorong untuk melakukan hal-hal yang disukai oleh Allah SWT.
2. Untuk mewujudkan kebersihan dan keindahan tersebut dapat dimulai dari diri kita sendiri, di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun di lingkungan sekolah. Bentuknya juga sangat bermacam-macam, mulai dari membersihkan diri setiap hari, membersihkan kelas, menata ruang kelas sehingga tampak indah dan nyaman. Bila kita dapat mewujudkan kebersihan dan keindahan, maka kehidupan kita pasti terasa lebih nyaman.

Hadits 2 :
1. Dalam hadis yang kedua dinyatakan bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman. Maksudnya adalah, keimanan seseorang akanmenjadi lengkap kalau dia dapat menjaga kebersihan. Dengan kata lain, orang yang tidak dapat menjaga kebersihan berarti keimanannya masih belum sempurna. Secara tidak langsung hadis ini menandaskan bahwa kebersihan bagi umat Islam merupakan sesuatu yang sangat penting untuk diterapkan.

2. Dalam hadis mengenai kebersihan ini juga dirangkai dengan pernyataan Rasulullah sebagai berikut
• Kebersihan sebagian dari iman
• Berzikir dengan membaca “Alhamdulillah” itu memenuhi mizan (timbangan) amal baik kelak di hari kiamat.
• Berzikit “Subhanallah walhamdulillah” pahalanya memenuhi kolong langit dan bumi.
• Shalat itu cahaya bagi umat Islam
• Shadaqah itu pelita bagi umat Islam
• Sabar itu sinar bagi umat Islam
• Dan Al Quran merupakan pedoman hidup umat Islam.
Rangkaian hadits semacam ini secara tidak langsung juga sebagai isyarat bahwa menjaga kebersihan adalah sangat penting dan utama sebagaimana keutamaan dari zikir, shalat, shadaqah, dan sabar.

Hadits 3 :
1. Dalam hadis yang ketiga ini Rasulullah saw sebenarnya ingin mewajibkan umat Islam untuk selalu menggosok gigi setiap hendak shalat, karena memang menjaga kebersihan gigi merupakan hal yang sangat penting. Namun beliau khawatir jangan-jangan hal ini akan memberatkan umat Islam.
2. Kesehatan gigi sangat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Cara untuk menjaga dan memelihara kesehatan gigi adalah dengan menggosoknya. Gigi yang kita miliki mempunyai fungsi yang sangat banyak, diantaranya untuk melumatkan makanan dan menjaga penampilan. Orang yang tidak rajin menggosok gigi akan berakibat giginya tidak sehat. Gigi yang tidak sehat dapat mengakibatkan penyakit gigi dan bau mulut yang tidak sedap. Kedua hal ini tentu tidak kita inginkan. Bagaimana agar tidak terjadi? Tentu dengan rajin menggosok gigi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogger templates

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "